Yang Enggan Saya Ungkapkan Dahulu
Entah sejak kapan, saya mulai merasa asing dan aneh
Pada diri saya sendiri
Pada suatu kesempatan, saya berfikir,
Kebingungan ini terasa seperti... tanggapan yang aneh, diri saya menerima sesuatu yang baru
Pada dasarnya pula, saya berbelit-belit
Ada satu kata dan pertanyaan yang menjurus langsung ke sana
Dan lucunya, menurut pertimbangan saya, itulah sesuatu baru yang datang ke diri saya
Yang saya anggap aneh
Yang saya anggap asing
Ada satu kata dan pertanyaan yang menjurus langsung ke sana
Dan lucunya, menurut pertimbangan saya, itulah sesuatu baru yang datang ke diri saya
Yang saya anggap aneh
Yang saya anggap asing
Saya sebetulnya bingung,
Ada kenyataan yang saya sudah sadari dan saya terima itu menjadi bagian dari diri saya
Namun rasanya, sesuatu itu datang, dan itu menjadi berlawanan dengan yang saya ketahui
Namun lagi, ini sesuatu yang indah, ah.... begitukah?
Banyak namun, yang istilahnya membuat saya tersenyum-senyum sendiri
Meracuni saya kepada hal-hal yang bersifat impulsif, namun sangat nikmat dirasakan
Ada kenyataan yang saya sudah sadari dan saya terima itu menjadi bagian dari diri saya
Namun rasanya, sesuatu itu datang, dan itu menjadi berlawanan dengan yang saya ketahui
Namun lagi, ini sesuatu yang indah, ah.... begitukah?
Banyak namun, yang istilahnya membuat saya tersenyum-senyum sendiri
Meracuni saya kepada hal-hal yang bersifat impulsif, namun sangat nikmat dirasakan
Oh, pastilah kau geram karena, mungkin kau menginginkan sesuatu yang langsung,
Tunggu, pipi saya akan merona jika kalian mengolok-olok saya
Menulis puisi--ah sepertinya tidak tepat disebut puisi-- ini pun,
Saya senyam-senyum sendiri
Hei, kau, tunggu dulu, saya belum merampungkan kalimat ini
Tunggu, pipi saya akan merona jika kalian mengolok-olok saya
Menulis puisi--ah sepertinya tidak tepat disebut puisi-- ini pun,
Saya senyam-senyum sendiri
Hei, kau, tunggu dulu, saya belum merampungkan kalimat ini
Hal-hal demikian sebegitu heroiknya terjadi di dalam diri saya
Kau tahu, inilah yang membuat saya kesulitan karena bingung
Prasangka-prasangka ini, seperti... mengerjai, menyiksa saya
Mengingat hal ini sangat dinamis, ketika saya tahu saya pada akhirnya akan kembali tersenyum bodoh,
Setelah pergulatan batin yang sedemikian rupa,
Di balik itu semua, sebetulnya diri saya ini masih sebentuk bocah
Yang masih termakan perasaan, yang labil terombang-ambing seperti sampan di atas ombak
Namun lagi, hal ini dinamis, tak sepenuhnya berisi pertikaian
Kadang begitu manis, dan tak sadar membuat saya kembali tersenyum bodoh
Dan mengetawai diri saya
Kau tahu, inilah yang membuat saya kesulitan karena bingung
Prasangka-prasangka ini, seperti... mengerjai, menyiksa saya
Mengingat hal ini sangat dinamis, ketika saya tahu saya pada akhirnya akan kembali tersenyum bodoh,
Setelah pergulatan batin yang sedemikian rupa,
Di balik itu semua, sebetulnya diri saya ini masih sebentuk bocah
Yang masih termakan perasaan, yang labil terombang-ambing seperti sampan di atas ombak
Namun lagi, hal ini dinamis, tak sepenuhnya berisi pertikaian
Kadang begitu manis, dan tak sadar membuat saya kembali tersenyum bodoh
Dan mengetawai diri saya
Kadang saya berfikir, hal ini adalah sebuah pertanyaan besar
Yang harus saya permasalahkan
Akan bagaimana saya ini?
Perlukah saya mendamprat prasangka saya dan, secara sadar... mengakuinya?
Yang harus saya permasalahkan
Akan bagaimana saya ini?
Perlukah saya mendamprat prasangka saya dan, secara sadar... mengakuinya?

Komentar
Posting Komentar