MATERI MATA KULIAH SEJARAH ASIA KELAS A

 

Oleh :
Reza Febri Pratama (190110301061)

Dunia terbagi atas benua-benua yang terdapat di dalamnya. Ada benua Asia, Eropa, Australia, Antartika dan Afrika beserta negara-negara yang terdapat di dalamnya. Namun, benua-benua tersebut dibagi lagi menjadi Timur dan Barat yang dikonstruksi oleh masing-masing bangsa. Bangsa Eropa memandang Asia sebagai wilayah Timur karena merupakan arah dimana matahari terbit, sedangkan Eropa dari kata Ereb dipandang sebagai tempat yang gelap karena bertepatan dengan waktu dimana matahari terbenam saat menjelang maghrib. Lebih lanjut, penyebutan Timur dan Barat ini dibuat oleh bangsa Barat untuk bahan olok-olokan mereka. Bangsa Barat terbukti dari sejarah selalu merasa menjadi masyarakat yang paling baik dari segi kualitas manusianya, sedangkan bangsa Timur dianggap terbelakang, malas dan tidak maju. Pada dasarnya, terdapat berbagai macam alasan untuk mennjelaskan hal ini. Namun, olok-olokkan yang diberikan bangsa Barat itu terkesan mereka melupakan siapa yang telah melahirkan peradaban mereka. Peradaban yang digaungkan sebagai peradaban yang maju dan superior. Mereka lupa, peradaban-peradaban besar lahir di sebelah timur wilayah mereka, ya dari Dunia Timur yang mereka olok-olok sendiri, Benua Asia.

            Awal pembahasan sejarah dimulai dari peradaban-peradaban di benua Asia. Kita mengenal peradaban Oriental mulai dari Sungai Eufrat dan Tigris, Nil hingga ke timur yaitu Sungai Indus dan Gangga hingga ke Asia Timur, Sungai Yangtze di Cina. Bangsa Eropa yang mengawali karir dari bangsa Yunani mengikuti komando dari raja-raja di banyak kerajaan Oriental, seperti dari peradaban di Asia Kecil, Asyiria, Babilonia, Media hingga penyatuan mereka ke dalam Kekaisaran Persia. Mereka mengikuti aktivitas perdagangan di Laut Mediterania hingga mengenal kehidupan beradab dari kehidupan mereka yang awalnya barbarian dan meneruskan budaya-budaya itu ke wilayah bagian barat Yunani, yang selanjutnya diterima oleh bangsa Romawi. Agama-agama besar seperti Yahudi, Kristen, Hindu, Budha dan selanjutnya Islam pun lahir dari Dunia Timur. Timur Dekat, Cina dan India ditulis awal pada buku-buku sejarah dunia.

            Nama “Asia” ditemukan pada karya Homer yaitu Asios yang berlokasi di Troya (Asia Kecil), Turki modern, kemudian berasal dari karya Herodotus tentang Perang Peloponnesos, dimana ditemukan kata Ai yang diartikan sebagai musuh Yunani dan Mesir. Hirtatius juga menyumbang kata Io dari Ilias yang bermakna rawa-rawa kemudian berkembang jadi Asia, dan yang terakhir dari bangsa Barat dengan kata Hitite Assu yang bermakna baik atau bagus. Benua Asia selain sebagai pelopor pembukaan peristiwa sejarah, juga menjadi benua terluas di dunia. Benua Asia terbagi lagi menjadi sejumlah regional, Asia bagian utara, timur, barat, selatan dan tengah. Namun, pembahasan pada Asia Utara masih mengalami hambatan karena negara Rusia mencaplok dua benua sekaligus, sebelah timurnya di benua Asia dan baratnya di benua Eropa. Lebih lanjut, secara kebudayaan, masyarakat Rusia condong ke kebudayaan Eropa pada umumnya. Pembagian regional-regional ini didasarkan pada keadaan alam, batas-batas antar regional dapat berupa bentang alam seperti gurun, sungai, pegunungan dan lain sebagainya. Mungkin dapat dicontohkan batas antara regional Asia Timur dengan Asia Selatan yaitu Pegunungan Himalaya. Sedangkan di dalam lingkup regional, terdapat kesamaan kondisi geografis lagi yang mendukung penciptaan budaya setempat. Ambil suatu contoh, mengapa Asia Tenggara memiliki penduduk yang ras nya tidak jelas, sedangkan Asia Tengah rata-rata penduduknya memiliki ras Kaukasoid dan Mongoloid. Hal tersebut dapat dijelaskan dengan menelusuri ke belakang migrasi nenek moyang bangsa tersebut.

            Pembahasan sejarah tak selalu membahas masa lalu yang sudah berlalu begitu saja. Pasalnya, peristiwa masa lalu memiliki kaitan dengan kondisi masa sekarang, sebagai suatu penyebab dari suatu hasil. Contohnya, mengapa Asia Tengah dan Barat kental dengan nuansa Islam dan mengapa banyak pemuka-pemuka agama Islam dari daerah tersebut. Mengapa ideologi komunis di Tiongkok dapat berkembang baik sehingga menghasilkan Cina sebagai negara yang kini maju atau bagaimana suatu makanan identik dengan ciri wilayah suatu bangsa dalam regional tersebut. Maka dari itu, pembahasan dalam mata kuliah Sejarah Asia dibagi menjadi periode lama dan baru. Kemungkinan temporalnya sangat panjang, dari peradaban kuno hingga pembentukkan negara-negara modern. Alasan-alasan di atas sedikit-banyak mewakili urgensi mahasiswa sejarah harus mempelajari Sejarah Asia.

Komentar

Postingan Populer