MATERI SEJARAH ASIA TENGAH PERIODE LAMA DAN BARU - SENIN, 19 OKTOBER 2020
Oleh : Reza Febri Pratama (190110301061)
Asia Tengah merupakan salah satu
region di benua Asia yang letaknya berada di perbatasan benua Asia dengan
Eropa, dan terkhusus di benua Asia sendiri, region ini berada di tengah-tengah.
Region Asia Tengah terdiri dari lima negara, yaitu Kazakhstan, Uzbekistan,
Turkmenistan, Kyrgistan dan Tajikistan. Pada periode kuno, tepatnya sekitar 800
SM, region ini dihuni oleh pastoralis nomaden, bangsa Skithia/Saka yang berada
di antara stepa Pontik Eropa Timur hingga ke Pegunungan Ordhos, Mongolia.
Kemudian, bangsa ini membaur dengan kerajaan di sekitar Timur Dekat, seperti
Babilonia hingga ke Kekaisaran Persia Akhaemeniyah. Region diambil alih oleh kekaisaran
sebagai wilayah kekuasaannya, untuk semacam perawatan wilayah. Setelah
keruntuhan Kekaisaran Persia, kemudian disusul oleh Kerajaan Yunani-Makedonia
yang mengawali masuknya budaya Hellenistik ke Asia Tengah, disusul
kerajaan-kerajaan Hellenistik selanjutnya yang sudah berbaur secara budaya di
region ini, seperti Kekaisaran Seleukia, Greko-Baktria, Parthia, Kushan, hingga
ke Sasania. Pengaruh kebudayaan Cina juga masuk melalui bangsa Yuezhi, Xiongnu
dan Dinasti Han yang kala itu berlalu-lalang dan menetap di sekitaran Asia
Tengah. Percampuran ras dan kebudayaan kerap terjadi selama ratusan tahun
secara intens di Asia Tengah.
Memasuki periode baru, di awal abad
pertengahan, masuk pengaruh Islam sebab kemunculan agama Islam di Timur Dekat
pada abad ke 7 SM. Kekhalifahan Khulafaur Rasyidin kemudian meluaskan ekspansi
wilayah kekuasannya hingga ke sebagian wilayah Asia Tengah oleh
pemimpin-pemimpin seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali
bin Abi Thalib. Estafet kelanjutan ekspansi diterima oleh Bani Umayyah, dengan
penaklukan kota Transoxiana yang kerajaan-kerajaan setempat melakukan kekacauan
yang mengganggu kestabilan kekhalifahan ini. Setelah Bani Umayyah, kemudian
dilanjutkan oleh Kekhalifahan Bani Abbas. Pada masa ini, Islam mengalami
kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya
ilmuwan Muslim, misalnya Ibnu Sina (bapak kedokteran), Imam Bukhari (pelopor ilmu
hadist), Al Farabi (ilmuwan sosiologi, musik dan filsafat) yang seluruhnya
berasal dari kota-kota di Asia Tengah seperti Samarkand di Uzbekistan, kemudian
di Kazakhstan, dan lain sebagainya.
Setelah kebudayaan Muslim tumbuh di
Asia Tengah, kemudian Asia Tengah mendapat pengaruh oleh Kekaisaran Mongol yang
dipimpin oleh Jenghis dan Khulagu Khan. Pengaruh ini dikarenakan serangan yang
dilakukan bangsa Mongol yang disebabkan oleh faktor politik, ekonomi dan
kebiasaan bangsa Mongol yang suka mengembara. Di bidang politik, ada insiden
pembunuhan pedagang Mongol di daerah Kekaisaran Khawarizmi dan juga pimpinan
kekaisaran ini menyelundupkan mata-mata ke kekaisaran Mongol. Kemudian bidang
ekonomi, terdapat motif perluasan wilayah perdagangan yang diinisiasi oleh
bangsa Mongol ke Asia Tengah atas pertimbangan bangsa India, Timur Dekat dan
Asia Tengah sudah memiliki perdagangan yang maju. Tabiat bangsa Mongol yang
merupakan pengembara selanjutnya juga menjadi faktor bersentuhannya kedua
bangsa ini. Bangsa pengembara akan senantiasa mencari tempat tinggal baru dan
beraktivitas di wilayah-wilayah yang baru. Khawarizmi kemudian lenyap di tangan
bangsa Mongol karena terjadi penghancuran besar-besaran. Asia Tengah kemudian
menjadi wilayah kekuasaan Jenghis Khan, yang kemudian diberikan kepada anaknya
Chagatai meliputi kawasan Turkestan. Invasi kedua dilakukan oleh Khulagu Khan
yang meruntuhkan Dinasti Abassiyah. Dinasti Ilkhanate kemudian didirikan di
Persia setelah kematian Khulagu Khan oleh penerusnya.
Abad keemasan Islam berada di
perioode Kerajaan Samanid dan Kekhalifahan Abassiyyah masuk ke Asia Tengah
dengan cara-cara yang bernuansa edukasi seperti munculnya seni, arsitektur,
sastra Persia dengan tetap mengandung nilai-nilai Islam sebagai jantung
spiritualnya, pendirian pusat penerjemahan karya-karya Yunani Klasik yang
diinisiasi oleh Khalifah Harun al-Rasyid untuk menghindari kepunahan
karya-karya tersebut. Di tengah penduduk Asia Tengah yang masih menganut agama
Zoroatrianisme, Hindhu dan Buddha, Islam juga mendirikan madrasah-madrasah yang
mengadopsi sistem pendidikan ala biksu Buddha. Kemunculan ilmuwan Muslim di
Persia hingga Asia Tengah mengangkat universalitas sains, sehingga fakta
keilmuan dapat dikembangkan dimanapun, bebas dari pengaruh politik. Islam yang
universal juga melakukan misinya untuk menyebarkan dakwah, berhijrah dari satu
tempat ke tempat yang lainnya.
Selanjutnya,
pengaruh bangsa Eropa, khususnya bangsa Rusia dari periode Ketsaran Rusia
hingga masa-masa runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990 an. Selama kurang lebih
empat abad lamanya, Asia Tengah menjadi wilayah daerah kekuasaan negara terluas
itu. Awal mula pergerakan bangsa ini menguasai Asia Tengah yaitu dengan
mematikan serangan bangsa Mongol dari keturunan Jenghis Khan, Batu Khan dengan
Gerombolan Emasnya, kemudian menancapkan kuat kekuasaannya dengan menaklukan
suku-suku di Asia Tengah seperti suku Tartar di daerah Kazan dan Astrakhan.
Setelah periode Ketsaran Rusia, masuk ke periode Kekaisaran Rusia yang
didirikan oleh Peter Agung (Pyort I). Cara-cara Asia Tengah dikuasai mirip
dengan cara-cara imperium sebelumnya, yaitu dengan peperangan dan sejumlah
penaklukan penduduk-penduduk lokal, seperti perang dengan Kokand Khanate
(perebutan Kota Tashkent), memerangi Emirat Bukhara, Kokand dan Khiva Khanates
dan yang terakhir memerangi suku-suku Turkmenistan. Selama menancapkan
kekuasannya tersebut, Rusia juga memberlakukan serangkaian aturan yang mana
menjadi media difusi penyebaran kebudayaan Rusia, seperti penggunaan bahasa
Rusia, pengadaan bank-bank dan melakukan jasa peminjaman uang kepada penduduk
Asia Tengah (Turkmenistan), adat dan kebiasaan bangsa Rusia, penggantian
sekolah lokal menjadi sekolah Rusia hingga penyebaran agama Kristen dengan
mengonversi umat Muslim ke Kristen. Setelah periode Kekaisaran Rusia berakhir,
masuk periode dimana ideologi Komunis muncul di negara ini dengan berdirinya
negara Uni Soviet (upaya menyatukan negara Rusia dengan negara-negara
sekitarnya) yang dimulai pada tahun 1917. Kediktatoran menjadi ciri khas dari
atmosfer ideologi ini jika berlaku di suatu negara, hingga kemudian masuk periode Perang Dingin
usai Perang Dunia II, dimana kebijakan
unity sudah perlu dilakukan. Hal ini yang kemudian mencaplok seluruh
negara-negara Asia Tengah. Pada tahun 1990 an terjadi kemunduran Blok Kiri,
yaitu Uni Soviet dengan ideologi Komunis nya yang menyebabkan, satu per satu
dari negara sekutunya memerdekakan diri. Maisng-masing dari negara tersebut
sedikit demi sedikit melepas pengaruh Rusia dari segi politik maupun budaya. Setelah
kemerdekaan, masing-masing negara di Asia Tengah menjunjung tinggi kebudayaan
lokal mereka dan mereka berpaling dari sistem pemerintahan yang bersifat
otoriter/tersentral menjadi lebih demokratis. Penggunaan bahasa Rusia sudah
mengurang dari tahun ke tahun dan negara-negara Asia Tengah kini berdiri dengan
wajah mereka sendiri.
Menjadi menarik untuk dipelajari
karena banyak sekali jejak-jejak peradaban yang pernah ada di Asia Tengah. Mulai
dari Persia, Eropa, Cina dan India pernah eksis di region ini. Jika dilihat
dari upaya bangsa-bangsa menguasai region ini, Asia Tengah selalu menjadi objek
taklukan dan konflik mengingat daerah ini memiliki potensi yang tidak dimiliki
region lain. Pada periode kuno, disebabkan karena wilayahnya yang strategis
untuk perdagangan, khususnya pada periode sibuknya perdagangan di Jalur Sutera.
Pada periode sekarang, setelah menghadapi Revolusi Industri dan pembaharuan IT,
Asia Tengah makin-makin terkenal karena memiliki sumber daya minyak bumi yang
menjadi incaran negara-negara lain. Hal inilah yang memang sudah jadi dasar
terciptanya hubungan antar bangsa dalam hal kerjasama, dari dahulu hingga kini.
Banyak ragam budaya yang bisa dijumpai di region ini, mungkin beberapa masih
ada yang dilestarikan dan beberapa pula hanya tinggal narasi peristiwa sejarah.
Menjadi penting untuk diperhatikan, kita diwajibkan untuk mengenang dinamika
peradaban suatu bangsa. Dari sanalah kiranya kita dapat mendapatkan suatu titik
balik untuk terinspirasi demi pembangunan kualitas kehidupan berikutnya. Lebih
lanjut, perlu bagi kita kiranya untuk lebih update
dengan isu-isu terkini di Asia Tengah dan mencoba untuk melihatnya secara
historis. Peristiwa masa lalu memiliki pengaruh terhadap peristiwa yang terjadi
saat ini.
Komentar
Posting Komentar