REVIEW MATERI KULIAH SEJARAH ASIA KELAS A - SENIN, 21 DESEMBER 2020
Oleh: Reza Febri Pratama (190110301061)
Agenda
hari ini masih merupakan presentasi mini skripsi yang menjadi tugas individu
peserta kelas, dengan total jumlah mahasiswa presentator sebanyak tiga orang.
Mahasiswa pertama yang presentasi yaitu Salsabila Anaqah dengan judul mini
skripsinya yaitu “Kondisi Geopolitik di Asia Tengah Pasca Uni Soviet Runtuh
Tahun 1991-2007”. Mini skripsi ini berniat membahas pengaruh Rusia yang kala itu
menjadi negara eks Uni Soviet di negara-negara Asia Tengah selama rentang waktu
yang telah disebutkan. Rencana skripsi ini memiliki skope spasial yang terlalu
luas, yang tidak tanggung-tanggung mengambil satu regional. Sekali lagi, skope
spasial yang terlalu luas membawa konsekuensi yaitu banyaknya data atau sumber
yang harus diperoleh, banyaknya sumber yang diperoleh juga berpotensi membuat
peneliti kewalahan dalam mengolahnya. Kemudian, skope spasial yang tediri dari
beberapa negara tersebut—penulis harus memilih salah satunya saja, atau memilih
ke lingkup yang lebih kecil untuk kualitas lebih baiknya. Peneliti harus banyak
melakukan pertimbangan terhadap skope penelitian yang akan diambil, baik
spasial maupun temporal, jika demikian adanya, peneliti harus siap
mengidentifikasi ke setiap bagian negara yang menjadi bagian dari region
tersebut.
Presentasi
selanjutnya dilanjutkan oleh Yolanda Rizki Amelia, dengan judul mini skripsinya
“Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Islam Pada Era Abasiyyah di Kazakhstan”.
Perkembangan Islam menjadi topik pada tulisan ini. Mini skripsi ini mendapatkan
sejumlah koreksi seperti, belum disertakannya temporal pada judul mini skripsi.
Penulis masih belum memahami seluk-beluk historiografi yang dibawanya. Temporal
merupakan syarat penting agar suatu tulisan lolos menjadi historiografi.
Penulis masih belum dapat menentukan kapan suatu peristiwa dimulai dan
diakhiri, khususnya mengenai tulisannya. Masih dalam judul, penulis menyematkan
kata ‘faktor’ pada kata pertama judul mini skripsinya. Pada dasarnya, dalam
penelitian sejarah, tidak mengenal ‘faktor’ sebagai suatu bentuk utuh
penelitian, karena ‘faktor’ merupakan bagian dari suatu penelitian utuh
tersebut, dan sifatnya mempengaruhi variabel lain, dalam hal ini peristiwa
sejarah yang terjadi. Kemudian, nama negara yang menjadi skope spasial penulis
masih belum tepat secara zaman, pasalnya untuk periode Dinasti Abasiyyah eksis,
nama Kazakhstan belum ada, dan seharusnya untuk penggunaan nama tempat harus
tepat dengan zamannya, seperti Transoxiana untuk Uzbekistan kuno. Lebih lanjut,
peneliti harus dapat mengungkap hal unik yang perlu diteliti di daerah
tersebut. Penulis ditengarai membuat judul dari sebatas menempelkan judul
penelitian tinjauan pustaka menjadi judul karya tulisnya, hal ini tidak
diperbolehkan, dalam cara berpikir yang baik, penulis harus dapat membuat judul
yang orisinil. Tinjauan pustaka yang digunakan dinilai masih belum relevan
dengan permasalahan yang diangkat, spesifiknya, temporal penelitian pada jurnal
yang digunakan sebagai acuan berbeda sangat jauh dengan temporal karya tulis
peneliti.
Mahasiswa
terakhir yang mendapatkan giliran presentasi yaitu Anisa Mufidatul N.U. dengan
judul mini skripsinya yaitu “South Asian Association For Regional Cooperation
(SAARC) dalam Masalah Human Trafficking di Asia Selatan Tahun 2002-2005”.
Tulisan yang berniat membahas masalah pelanggaran HAM masyarakat Asia Selatan
ini mendapatkan sejumlah kritikan seperti panjang temporal yang hanya tiga
tahun tersebut diragukan efektif dalam menyelesaikan masalah sepelik
perdagangan manusia, apalagi menyangkut penyelesaiannya melihat populasi
masyarakat Asia Tenggara yang demikian banyaknya. Tercermin dari tinjauan
pustaka dan bagaimana peneliti menjawab pertanyaan dari dosen, peneliti belum
dapat mengidentifikasi bagian mana saja dari perdagangan manusia yang menjadi
fokus penelitian, serta program kerja, peranan SAARC sebagai organisasi
regional yang menangani persoalannya perlu ditelisik lebih lanjut oleh
peneliti. Perlu adanya penjelasan keadaan sebelum upaya penyelesaian masalah
dengan hasil penyelesaian masalahnya sebagai pembanding, apakah upaya yang
dilakukan membuahkan hasil atau tidak.
Komentar
Posting Komentar