REVIEW MATERI PERKULIAHAN MATA KULIAH SEJARAH ASIA - SENIN, 30 NOVEMBER 2020

Oleh: Reza Febri Pratama (190110301061/Kelas A)

Perkuliahan diisi dengan presentasi tugas mini skripsi beserta tinjauan pustaka berupa reviu jurnal yang diberikan sejak dua minggu yang lalu, kemudian dikritisi oleh peserta kelas A Sejarah Asia. Mahasiswa pertama yang mengajukan diri untuk presentasi yaitu Marsellia Cindy Herdeanty Putri dengan judul mini skripsinya, “Dinamika Hubungan Bilateral India dan China Pada Tahun 1950-1962”. Judul skripsi yang juga meminjam teori hubungan internasional ini membahas tentang pasang surut hubungan kedua negara, yang dipancing oleh adanya konflik Kashmir antara India dengan Pakistan. Resolusi konflik yang dilakukan melalui lembaga PBB ini melibatkkan Amerika Serikat kala itu, hal ini menyebabkan Cina memiliki daya tarik tersendiri untuk turut melebarkan hubungan internasionalnya ke India pada tahun 1949. Hubungan mulai direalisasikan dengan Zhou Enlai sebagai perdana menteri pertama di Cina yang berhasil membujuk India untuk melegitimasi pemerintah Cina menduduki Tibet pada 1950. Hubungan bilateral tidak melulu mulus, pada akhirnya terjadi Krisis Doklam yang puncaknya terjadi pada 1962. Skripsi ini menggunakan 3 jurnal sebagai tinjauan pustakanya, namun salah satu dari jurnalnya, yaitu Konflik India dan Pakistan Mengenai Wilayah Kashmir Beserta Dampaknya (1947-1970) belum diidentifikasi dari mana sumbernya, hal ini mungkin diperlukan ketika mahasiswa melakukan ujian skripsi kelak. Penulis persisnya tidak menyebutkan penyedia artikel jurnal tersebut ketika hendak mereviu jurnal terkait. Kemudian, kalimat poin kedua pada rumusan masalah skripsi harus diperbaiki untuk mengidentifikasi proses dinamika hubungan bilateral antara kedua negara, sedangkan kalimat sebelum koreksi dapat ditafsirkan sebagai rumusan masalah yang tidak mencerminkan proses dinamika. Keterampilan berpikir sudah benar, yaitu mengetahui bagian tinjauan pustaka yang memiliki relevansi dengan penelitian yang diajukan, menulis secara kronologis, dan mengaitkan suatu peristiwa di masa kini dengan peristiwa yang ada di masa lalu.

Presentasi dilanjutkan oleh Satria Gading Pamungkas dengan judul mini skripsinya, “Sistem Pendidikan Ilmu Pengetahuan Islam di Samarkand Pada Masa Pemerintahan Dinasti Timuriyah Tahun 1370”. Skripsi ini berniat untuk membahas kehidupan pendidikan di kota Samarkand sewaktu masa kekuasaan Timur Lenk, yaitu pendiri Dinasti Timuriyah, warisan Kerajaan Mongol. Hal-hal yang disoroti pada skripsi ini yaitu temporalnya yang belum menyertakan batas temporal akhir. Penulis hanya menyertakan tahun 1370 tanpa memberikan penjelasan kapan persisnya sistem pendidikan yang diteliti memberikan pengaruh terbesarnya kepada masyarakat kota Samarkand. Temporal yang terlalu jauh selalu menimbulkan sandungan bagi penulis, yaitu ketersediaan data dan perlu adanya penelusuran mendalam pada buku induk sejarah kawasan tersebut. Rumusan masalah menjadi hal yang disorot selanjutnya, dimana penulis masih belum tepat dalam membuat rumusan masalah untuk dibahas ke dalam suatu penelitian ilmiah. Penulis tidak menyertakan keadaan pendidikan sebelum Islam bersentuhan periode kekuasaan Timur Lenk sebagai pembanding dengan keadaan setelah masuknya pengaruh Islam, kemudian proses berjalannya pendidikan saat periode kekuasaan Timur Lenk dan dampak pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Hal berikutnya mengenai TPS. Penulis tampak belum menggunakan kaidah TPS yang sesuai dengan gaya selingkung departemen sejarah. Bentuk paragraf masih diatur dengan model align left (rata kiri), sedangkan dalam aturan penulisan diwajibkan menggunakan model rata kanan dan kiri (justify), kemudian penulisan catatan kaki juga masih tampak belum tepat, dimana nomor setiap catatan kaki tidak terpisah dengan sitasinya.

Mahasiswa terakhir yang mengajukan presentasi yaitu Nisa Aliyatul Asura, dengan judul mini skripsinya, “Taslima Nasreen: Perjuangan Feminis Bangladesh Tahun 1990-2001”. Mini skripsi ini berniat membahas sosok Taslima Nasreen sebagai aktor yang berjuang merubah tatanan hidup masyarakat patriarki menjadi setara secara gender di Bangladesh. Hal pertama yang disoroti pada mini skripsi yang diajukan yaitu poin nomor satu rumusan masalah yang bunyinya kurang tepat. “Bagaimana biografi Taslima Nasreen?” dianggap telah mewakili kesluruhan penulisan karya, alih-alih historiografi profesional malah tulisan biografi. Kalimat perlu diperbaiki dengan “Siapa sosok Taslima Nasreen?” agar tetap utuh menjadi Who dalam 5W+1H. Hal selanjutnya yaitu mengenai tinjauan pustaka berupa jurnal yang diambil oleh penulis. Dari ketiga jurnal yang diambil, penulis belum secara eksplisit menyertakan jurnal yang membahas sosok Taslima Nasreen, jurnal yang diambil masih berupa keterangan umum yang dapat diartikan menjadi urutan ke sekian setelah diungkapnya sang aktor peristiwa sejarah. Tulisan ini membahas gerakan feminisme. Penulis diharapkan untuk mengidentifikasi lebih mendalam faktor apa saja yang membentuk Taslima Nasreen menjadi sosok yang vokal terhadap isu-isu kesetaraan gender, dan mengidentifikasi jenis-jenis feminisme yang dianut oleh sosok tersebut serta bagaimana penerapannya di suatu daerah.

Hal umum lain yang disorot, penulis harus memastikan orisinalitas karya ilmiahnya dengan mengecek apakah terdapat penelitian serupa yang telah digarap oleh penulis sebelumnya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengecek pada repository suatu universitas, atau mencari judul penelitian serupa dengan judul penulis menggunakan kata kunci yang berhubungan. Untuk permasalahan yang memiliki spasial di luar negeri, perolehan sumber dibilang menempuh proses birokrasi yang rumit. Suatu negara memang memiliki lembaga media yang pasti membahas berita-berita internasional, namun untuk kebutuhan penulisan skripsi dibutuhkan sumber yang benar-benar komprehensif, tertuju tepat pada permasalahan yang diangkat. Ada kiat-kiat tertentu yang harus ditempuh mahasiswa untuk mengatasinya. Pada dasarnya, suatu sumber sejarah merupakan dokumen negara, maka dari itu, penulis perlu mengetahui keterampilan berburu sumber seperti meminta bantuan kepada institusi pendidikan untuk mengirimkan surat kepada kedutaan besar negara sesuai dengan spasial penelitian penulis. Hal tersebut bertujuan untuk membuka akses penggunaan dokumen negara yang akan dijadikan sumber bagi penulis. Hal berikutnya yaitu mengenai pengambilan tinjauan pustaka. Dosen menganjurkan untuk menggunakan jurnal, tesis dan disertasi sebagai rujukan, skripsi tidak disertakan karena penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa sarjana masih terdapat berbagai kesalahan.

Komentar

Postingan Populer